Komunikasi Keperawatan Kepada Karang Taruna dan Kader Kesehatan
“KOMUNIKASI
DAN TINJAUAN KASUS”
KELOMPOK 6 :
ASHA YUSTISYA SALSABILA
MUHAMMAD AZHAR FARIDZAL
NISA SOLIKHA ADIASIH
NITA RINDIA NINGSIH
RIZKY DWI ARIANTI
DOSEN PENGAMPU
Ns. Dwi Rahmah Fitriani
S.Kep
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH KALIMANTAN TIMUR
FAKULTAS
KESEHATAN DAN FARMASI
PRODI ILMU
KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIK
2019/2020
DAFTAR ISI
BAB
I PENDAHULUAN.............................................................................................................1
A. LATAR BELAKANG
.............................................................................................................2
B. TUJUAN...................................................................................................................................3
C.
MANFAAT...............................................................................................................................4
BAB
II TINJAUAN
TEORI..........................................................................................................5
A. PENGERTIAN
KOMUNIKASI...............................................................................................6
B. JENIS
KOMUNIKASI..............................................................................................................7
C. KOMPONEN KOMUNIKASI
.................................................................................................8
D.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI
........................................9
BAB III TINJAUAN
KASUS......................................................................................................10
URAIKAN
KONDISI SESUAI TEMA........................................................................................11
BUAT
ALUR KOMUNIKASI SESUAI TEMA DAN UPAYA YANG DILAKUKAN............12
BAB
IV
PENUTUP.......................................................................................................................13
A.
KESIMPULAN.........................................................................................................................14
B.
SARAN.....................................................................................................................................15
DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Sebagai
makhluk sosial setiap individu akan selalu berkeinginan untuk berbicara, saling
tukar-menukar pendapat dan informasi ataupun saling berbagi pengalaman dengan
orang lain. Berbagai keinginan tersebut akan terpenuhi melalui kegiatan berinteraksi
dengan orang lain dalam suatu sistem sosial tertentu. Proses komunikasi antar
pribadi yang dapat menumbuhkan hubungan interpersonal. Manusia saling
membutuhkan antar manusia yang lain, agar manusia dapat tetap menjaga hubungan
maka setiap individu perlu adanya penyesuaian interpersonal. Hubungan
interpersonal adalah hubungan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang
memiliki ketergantungan satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang
konsisten seperti yang dikemukakan oleh Agus Sujanto 2012.
Sedangkan
Menurut Agus Mulyono dalam Suranto
2011, hubungan interpersonal adalah komunikasi yang
berbentuk tatapmuka, interaksi antar individu, verbal maupun kerjasama akan
timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan
yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan
pengendalian terhadap diri sendiri. Agar hubungan interpersonal tetap terjaga
maka ada empat fakor yang harus dimilikioleh individu, yaitu: Keserasian
suasana emosional, ketepatan respons, kontrol, keakraban, dan yang terpenting
adalah antar individu saling membutuhkan
Menurut Nursalim, 2012 Ada
tiga macam gaya hubungan Interpersonal, yaitu: kecenderungan mendekat,
kecenderungan menentang dan kecenderungan menjauh, konflik dan kecemasan hanya
dapat dilakukan melalui perbaikan hubungan Interpersonal. 3 Hal ini
menunujukkan bahwa setiap individu harus menjaga hubungan interpersonal
denganbaik, karena individu senantiasa ingin berhubungan dengan manusia
lainnya, ingin mengetahui apa yang terjadi dengan lingkungannya, harus dapat
menyesuaikan diri dengan individulainnya.
Jika
tidak dapat menjaga hubungan interpersonalnya maka ia akan menjadi individu
yang terisolir dari lingkungannya terutama dari masyarakat. Manusia mungkin
saja mengasingkan diri sejenak namun tidak bisa dalam waktu yang lama. Dan
ketika hubungan interpersonal sudah tercipta dengan baik maka akan menimbulkan
komunikasi interpersonal yang baikjuga. Namun pada kenyataannya terdapat
masalah dalam hubungan interpersonal di sekitar kita yang
ternyata
memiliki frekuensi cukup tinggi, tidak mengherankan apabila banyak peristiwa
pertengkaran, perselisihan, perdebatan, perkelahian, dan sebagainya yang
terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bahkan di sosial media.
Peristiwa tersebut terjadi karena kurang menganggap penting menjaga hubungan
antar individu.Sering kali tidak dapat saling memahami kepribadian orang
terdekatnya, kurangnya rasa simpati, empati, kerjasama, kejujuran dan sikap
terbuka dalam berhubungan interpersonal.
Namun
dalam kelompok setiap anggota harus memiliki rasa empati, simpati kepada
anggota kelompoknya yang sama-sama memiliki masalah yang sama bahkan berbeda,
semua anggota ikut secara langsung dan aktif membicarakan masalah kawannya
dengan tujuan agar anggota kelompok dapat terentuskan drimasalah yang dihadapi.
B. TUJUAN
1.
Untuk mengetahui hubungan interpersonal dengan kelompok karang taruna
2.
Untuk mengetahui hubungan interpersonal dengan kelompok kader kesehatan
3.
Untuk mengetahui pelaksanaan hubungan interpersonal kelompok karang
taruna dan Kader kesehatan.
C.
MANFAAT
Adapun manfaat makalah terbagi menjadi dua yaitu
manfaat teoritis danp raktis.
1. Manfaat teoritis, yaitu:
a.
Makalah ini dapat memberikan sumbangsih bagi ilmu pengetahuan di bidang
keperawatan dan khususnya pada bidang komunikasi keperawatan
b.
Makalah ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi penulis lain yang
berminat mempelajari makalah ini.
2. Selain manfaat teoritis terdapat manfaat praktis,
yaitu:
a.
Makalah ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa keperawatan untuk
meningkatkan hubungan interpersonalnya melalui layanan pendidikan kesehatan
kepada masyarakat dan pelayanan di rumah sakit
b.
Bagi dosen mata kuliah komunikasi keperawatan di kampus, makalah ini
dapat dijadikan sebagai tambahan referensi dalam memberikan bantuan bagi para
dosen untu menentukan kebijakan dalam menerapkan layanan pendidikan kesehatan
di sekitar kampus.
BAB
II
TINJAUAN
TEORI
A. PENGERTIAN
KOMUNIKASI
1. KOMUNIKASI SECARA UMUM
Suatu
tindakan oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang
terdistorsi oleh gangguan (noise), dalam suatu konteks tertentu, mempunyai
pengaruh tertentu, & ada kesempatan untuk melakukan umpan balik dikemukakan oleh Tohirin 2015.
Didalam Al-Quran juga menjelaskan tentang cara
berkomunikasi dengan baik, didalam Q.S An-Nisa Ayat 9 dan Ayat 63,
Al-Isra’ Ayat 11, dan Thaha Ayat 44
1. QS. An
Nisa ayat 9
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا
Artinya :
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang
sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka, yang
mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraannya)nya. Oleh sebab itu, hendaklah
mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata
yang benar (qaulan sadida)”.
2. QS. An
Nisa ayat 63
أُولَئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَهُمْ فِي أَنْفُسِهِمْ قَوْلا بَلِيغًا
Artinya :
“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui
apa yang di dalam hati mereka.karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan
berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka Qaulan Baligha
–perkataan yang berbekas pada jiwa mereka”.
3. Q.S Al-Isra’ ayat 11
وإما تعرضن عنهم ابتغاء رحمة من ربك
ترجوها فقل لهم قولا ميسورا
Dan
jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dar Tuhanmu yang kamu
harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.
4. Q.S
Thaha ayat 44
فقولا له
قولا لينا لعله يتذكر أو يخسى
Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah
lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.
2. KOMUNIKASI KELOMPOK
Kelompok
adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berin- teraksi satu
sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan
memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (DeddyMulyana, 2005).
Ke- lompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan
masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan.
Menurut
Walgito 2013, Komunikasi kelompok tediri dari dua kata komunikasi dan kelompok,
komunikasi dalam bahasa inggris Communication berasal dari kata latincommuni-
catio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama, yakni maksudnya
menyama- kan suatu makna. Sedangkan kelompok (Hariadi, 2011) kelompok dapat
dipandang dari segi presepsi, motivasi, dan tujuan, interdependensi, dan juga
dari segi interaksi.Berarti komunikasi kelompok adalah menyamakan suatu makna
didalam suatu kelompok. Pengertian
kelompok berdasarkan diatas dapat diartikan atas dasar:
a.
Motivasi dikemukakan Bass (dalam Hariadi 2011),
menyatakan bahwa kelom- pok adalah kumpulan
individu yang keberadaanya sebagai kumpulan mem- berikan reward kepada
individu-individu.
b.
Atas dasar tujuan yang dikemukakan oleh mills (dalam
Hariadi 2011), kelom- pok dipandang Mills adalah suatu kesatuan yang terdiri
atas dua orang atau lebih yang melakukan kontak hubungan untuk suatu tujuan
tertentu.
c.
Segi interdependensi, Fiedler (dalam Hariadi 2011)
Mengatakan bahwa kelom- pok adalah sekumpulan orang yang saling bergantung satu
dengan yang lainya. Pengertian yang sama juga dikemukakan olej Cartwright dan
Zander (1968), bahwa kelompok adalah kumpulan beberapa orang orang yang
berhubungan satu dengan yang lainya dan membuat mereka saling ketergantungan.
d.
Dasar interaksi yang dikemukakan oleh Bouner (dalam
Hariadi 2011), menya- takan bahwa kelompok adalah dua orang atau lebih yang
berinteraksi satu de- ngan yang lain dan saling mempengaruhi.
Dari pengertian yang ada diatas menurut Hariadi, 2011
bahwa pengertian kelom- pok memiliki ciri-ciri seperti dua orang atau lebih,
ada interaksi diantara anggotanya, memiliki
tujuan atau goals, memiliki
struktur dan pola hubungan di antara anggota yang berarti ada peran, norma, dan
hubungan antar anggota, serta groupnees, merupakan satu kesatuan.
Menurut A. Maslow Pengertian kelompok agar lebih jelas,
diawali dengan pores pertumbuhan kelompok itu sendiri. Individu sebagai mahluk
hidup mempunyai kebutuhan (Santosa, 2009), yakni adanya:
1. Kebutuhan fisik,
2. Kebutuhan rasa aman,
3. Kebutuhan kasih sayang,
4. Kebutuhan prestasi dan pretise, serta
5. Kebutuhan untuk melaksanakan sendiri.
Dengan kebutuhan tersebut
Sehingga komunikasi kelompok berarti menyamakan makna dalam satu kelompok.
Komunikasi kelompok menyamakan suatu makna secara bersamaan, saling mempengaruhi
satu sama yang lain untuk mencapai tujuan kelompok secara bersamaan.
Pengertian komunikasi
menurut Michael Burgoon Dan Michael Ruffner (dalam komala,2009) : komunikasi
kelompok sebagai interaksi tatap muka dari 3 atau lebih individu guna
memperoleh maksud dan tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi,
pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat
menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat : 4 elemen yang
tercakup dalam definisi tersebut:Interaksi tatap muka, Jumlah partisipan yang
terlibat dalam interaksi, Maksud dan tujuan yang dikehendaki,Kemampuan anggota
untuk dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya.
B. JENIS-JENIS KOMUNIKASI
Jenis-jenis komunikasi menurut Muhammad Effendy, 2015
sebagai berikut :
a.
Intra-pribadi adalah komunikasi yang dilakukan dengan
bericara dengan diri. Bertujuan untuk berpikir, melakukan penalaran,
menganalisa, dan merenungkan.
b.
Antar-pribadi adalah komunikasi yang dilakukan antar
dua orang. Bertujuan untuk mengenal orang lain dan diri sendiri, mengungkapkan
diri sendiri terhadap orang lain, bermain, bahkan membantu orang lain.
c.
Kelompok kecil adalah komunikasi yang dilakukan dalam
sekelompok kecil orang. Bertujuan untuk berbagi informasi yang diperoleh,
mengembangkan suatu gagasan, memecahkan suatu permasalahan, serta membantu
orang lain.
d.
Organisasi adalah komunikasi yang dilakukan dalam
suatu organisai formal. Bertujuan untuk meningkatkan produktivitas,
membangkitkan semangat kerja dan memberi suatu informasi.
e. Publik (terbuka) adalah komunikasi yang
dilakukan dari pembicara kepada khalayak. Bertujuan untuk memberi informasin
meyakinkan dan menghibur.
f. Antar budaya adalah komunikasi yang dilakukan
antar orang dari budaya yang berbeda. Bertujuan untuk saling mengenal,
berhubungan satu dengan yang lainnya, mempengaruhi, bermain, bahkan membantu
satu dengan yang lainnya.
g. Massa adalah komunikasi yang diarahkan kepada
khalayak yang sangat luas, disalurkan melalui sarana audio dan/atau visual. Bertujuan
untuk menghibur, meyakinkan (mengukuhkan, mengubah, mengaktifkan), memberi
informasi, mengukuhkan status, membius, menciptakan rasa persatuan.
C.
KOMPONEN KOMUNIKASI
Menurut Suranto A.W (2005:17-19) mengidentifikasi
komponen-komponen agar komunikasi dapat berjalan yaitu sebagai berikut
1. Komunikator atau pengirim pesan: Komunikator
adalah individu atau pihak yang berperan sebagai pengirim pesan. Pesan tersebut
diproses melalui pertimbangan dan perencanaan dalam pikiran. Proses
pertimbangan dan merencanakan tersebut berlanjut kepada proses penciptaan
pesan.
2. Pesan atau informasi: Pesan atau informasi,
ada pula yang menyebut sebagai gagasan, ide, simbol, stimuli, pada hakikatnya
merupakan sebuah komponen yang menjadi isi
komunikasi.
Pesan adalah sebuah informasi yang diciptakan komunikator dan akan dikirim
kepada komunikan.
3. Media atau saluran: Media adalah suatu sarana
yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan Ada
berbagai macam media meliputi media cetak, audio dan audio visual.
4. Komunikan atau penerima Komunikan adalah pihak
pihak penerima pesan. Sebenarnya tugas komunikan tidak hanya menerima pesan,
melainkan juga menganalisis dan menafsirkan pesan, sehingga dapat memahami
makna pesan tersebut.
5. Umpan balik atau feedback Umpan balik sering
juga disebut respon. Pesan yang diterima, dianalisis, ditafsirkan oleh
komunikan tentu akan mendorong komunikan untuk bereaksi. Reaksi yang timbul
itulah yang dinamakan respon atau umpan balik.
D. FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KOMUNIKASI
A. FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KOMUNIKASI SECARA UMUM
1. PENGETAHUAN
Tingkat pengetahuan seseorang menjadi
faktor utama dalam komunikasi. Seseorang dapat menyampaikan pesan dengan mudah
apabila ia memiliki pengetahuan yang luas. Seorang komunikator yang memiliki
tingkat pengetahuan tinggi, ia akan lebih mudah memilih kata-kata (diksi) untuk
menyampaikan informasi baik verbal maupun non verbal kepada komunikan. Hal ini
berlaku juga untuk seorang komunikan. Seorang komunikan dapat merespon atau
menginterpretasikan informasi yang diberikan komunikator dengan baik apabila ia
memiliki pengetahuan. Misalnya seorang akademisi tidak mungkin menggunakan
kata-kata yang intelektual apabila ia menghadapi seorang yang pendidikannya
lebih rendah darinya. Hal tersebut justru menjadi penghambat dalam proses
komunikasi.
2. PERKEMBANGAN
Perkembangan memiliki dua aspek, yaitu:
a)
Pertumbuhan manusia
Pertumbuhan dapat mempengaruhi pola pikir manusia. Bagaimana komunikan
menyikapi informasi yang diberikan komunikator dan bagaimana komunikator
menyampaikan informasi kepada komunikan. Setiap orang memiliki cara
masing-masing untuk menyampaikan informasi agar dapat mencapai tujuan yang
diinginkan. Misalnya cara menyampaikan informasi kepada anak balita dengan
remaja tentu saja berbeda. Ada cara-cara tersendiri yang dapat kita sesuaikan
dengan pola pikir yang sesuai dengan pertumbuhannya.
b) Keterampilan dalam berbahasa
Ini merupakan salah satu
faktor yang sangat terkait dengan pertumbuhan. Misalnya jika kita menghadapi
remaja maka kita lebih baik mengetahui bahasa-bahasa yang digunakan dalam
kesehariannya atau disebut dengan bahasa gaul. Dengan demikian kita dapat
menjalin komunikasi dengan baik.Begitu pula dengan bayi, bayi memiliki
keterampilan bahasa hanya dengan isyarat (non verbal) seperti menangis jika
sakit, haus, atau lapar.
3. PERSEPSI
Persepsi adalah
suatu cara seseorang dalam menggambarkan atau menafsirkan informasi yang diolah
menjadi sebuah pandangan. Pembentukan persepsi ini terjadi berdasarkan
pengalaman, harapan, dan perhatian. Proses pemahaman manusia terhadap suatu
rangsangan atau stimulus ini dapat memiliki padangan yang berbeda-beda. Selain
dapat menjadi pengaruh baik, persepsi juga dapat menjadi penghambat untuk
komunikasi.
Misalnya ada dua orang
yang sedang berbicara mengenai “behel”. Seorang berprofesi sebagai dokter gigi
dan seorang lagi berprofesi sebagai pekerja bangunan. Maka mereka memiliki
persepsi yang berbeda tentang “behel”. Si dokter gigi berpersepsi bahwa “behel”
adalah alat yang digunakan untuk merapikan struktur gigi, sedangkan si pekerja
bangunan memiliki persepsi bahwa “behel” adalah besi yang digunakan untuk
membuat bangunan.
4. PERAN DAN HUBUNGAN
Peran dan hubungan menurut Hafied Cangara, 2011 memiliki pengaruh dari proses komunikasi tergantung dari materi atau
permasalahan yang ingin dibicarakan termasuk cara menyampaikan informasi atau
teknik komunikasi. Komunikator yang belum menjalin hubungan dekat dengan
komunikan maka akan terjadi komunikasi secara formal
Misalnya, dua orang yang
bertemu di sekolah baru. Maka mereka melakukan komunikasi secara formal baik
dalam materi maupun teknik bicaranya. Jika komunikator telah menjalin hubungan
dekat dengan komunikan maka materi dan teknik bicara dalam komunikasi dilakukan
secara non formal. Misalnya ketika kita berbicara kepada sahabat atau keluarga.
Biasanya kita lebih terbuka dan tidak formal bahkan lebih memiliki keragaman
dalam berbicara.
5. LINGKUNGAN
Lingkungan interaksi memiliki pengaruh
dalam komunikasi. Lingkungan yang nyaman dan kondusif biasanya dapat
berpengaruh baik terhadap proses komunikasi dikemukakan oleh Dewa Ketut Sukardi, 2018. Adapun faktor yang mempengaruhi lingkungan adalah sebagai berikut.
a) Nilai dan budaya/ adat
Nilai dan budaya/ adat menjadi kacamata yang
dijadikan tolak ukur untuk komunikasi (pantas atau tidak pantas) agar
komunikasi terjalin dengan baik. Sebelum berbicara dengan orang lain, lebih
baik kita mengetahui bagaimana latar belakang budaya/ adat yang mereka anut.
Misalnya orang batak yang terbiasa dengan suara keras dan intonasi yang tinggi.
Sedangkan orang jawa terbiasa dengan bahasa yang halus dengan intonasi yang
rendah.
b)
Stimulus Eksternal
Stimulus eksternal adalah faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi dari
luar. Misalnya kebisingan suara dapat mempengaruhi respon yang kurang baik
karena adanya penurunan indera pendengaran, sehingga dapat menjadi penghambat
dalam proses komunikasi.
c)
Jarak
Jarak antara komunikator dan komunikan mempengaruhi komunikasi. Jika
komunikator dan komunikan berjarak cukup jauh maka komunikator akan sulit
menciptakan komunikasi yang baik kepada komunikan. Namun di zaman yang sudah
modern ini memiliki alternatif lain untuk menciptakan komunikasi yang baik,
yaitu komunikator dan komunikan dapat menggunakan komunikasi secara lisan,
tulisan, atau media lainnya. Tetapi masih ada beberapa gangguan atau hambatan
yang terjadi ketika memiliki komunkasi jarak jauh.
6. EMOSI
Emosi adalah reaksi
seseorang dalam menghadapi suatu kejadian tertentu. Emosi terkadang tidak dapat
dikendalikan oleh diri sendiri. Sehingga emosi juga mempengaruhi proses
komunikasi itu sendiri bahkan emosi dapat menjadi hambatan dikemukakan oleh Enjang, 2017.
7. KONDISI FISIK
Kondisi fisik mempunyai peranan yang
penting untuk berkomunikasi. Semua indera memiliki fungsi-fungsi yang digunakan
dalam kelangsungan komunikasi dikemukakan oleh
Sardi, 2012.
8. JENIS KELAMIN
Laki-laki dan perempuan
memiliki perbedaan dalam berkomunikasi dapat dilihat dari gaya berbicara dan
interpretasi. Menurut Tannen 2014, kaum perempuan menggunakan teknik komunikasi untuk mencari konfirmasi, meminimalkan keintiman. Sementara
kaum laki-laki lebih menunjukkan independensi dan status dalam kelompoknya
B. FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI INTERPERSONAL
Scott M. Cultip dan Allen H. Center (Ig
Wursanto, 2003:68-70) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi
interpersonal, sebagai berikut :
a. Keterpercayaan Dalam komunikasi antara
komunikator dan komunikan harus saling mempercayai. Kalau tidak ada unsur
saling mempercayai, komunikasi tidak akan berhasil atau terhambat.
b. Hubungan/pertalian Keberhasilan
komunikasi berkaitan erat dengan situasi atau kondisi lingkungan pada waktu
komunikasi berlangsung.
c. Kepuasan Komunikasi harus menimbulkan rasa
kepuasan, antara kedua belah pihak. Kepuasan ini akan tercapai apabila isi
berita dapr dimengerti oleh komunikan dan sebaliknya pihak komunikan mau
memberikan reaksi atau respon kepada pihak komunikator.
d. Kejelasan Kejelasan yang dimaksud adalah
kejelasan yang meliputi kejelasan istilah-istilah yang dipergunakan.
e. Kesinambungan dan konsistensi Komunikasi
harus dilakukan terus menerus dan informasi yang disampaikan jangan
bertentangan dengan informasi yang terdahulu. f. Kemampuan pihak penerima
pesan/berita Komunikator harus menyesuaikan istilah-istilah yang di pergunakan
dengan kemampuan dan pengetahuan komunikan. g. Saluran pengiriman berita Agar
komunikasi berhasil, hendaknya dipakai saluran-saluran komunikasi yang sudah
biasa digunakan dan sudah dikenal oleh umum.
BAB III
TINJAUAN KASUS
1.
KONDISI DBD
Peran:
Anggota
Karang Taruna dan kader kesehatan :
1.
Mbak Rizki (moderator 2 )
2.
Mbak Asha (moderator 1 )
3.
Mbak Nisa
Mahasiswa
keperawatan: Mas Azhar
Ketua
Karang Taruna Desa Gunung Sumping dan Ketua Kader kesehatan : Ibu Nita
Suatu hari di desa Gunung Sumping,
Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat terjadi wabah DBD yang menyerang desa
selama beberapa hari
terakhir dan sudah banyak korban yang berjatuhan.
Untuk
meminimalisir korban yang berjatuhan, kader kesehatan dan karang taruna
bekerjasama dengan mahasiswa dan
meminta
izin kepada kepala desa untuk melakukan penyuluhan kesehatan di Desa Gunung Sumping mengenai wabah DBD selama 2 hari kedepean. Sebelum melaksanakan acara,
mahasiswa mempersiapkan materi
program 3 M untuk disampaikan kepada warga desa.
Hari
pertama di desa gunung sumping, mahasiswa melakukan penyuluhan bersama karang
taruna di balai desa. Acara diawali langsung dengan sambutan
dari ketua karang taruna desa gunung sumping.
Mbak
Asha (moderator) :
Assalamualaikum Wr Wb, Salam sejahtera bagi kita semua. Saya selaku anggota karang taruna sekaligus
moderator turut berduka cita atas terjadinya wabah DBD yang menyerang desa
kita dan semoga
dengan adanya penyuluhan ini warga bisa lebih bersih lagi dan selalu
menggunakan program 3M. Langsung saja selanjutnya kita
sambut ketua karang taruna desa gunung sumping, kepada Ibu Nita waktu dan tempat
saya persilahkan.
Ibu Nita
: assalamualaikum wr. wb,
salam sejahtera bagi kita semua dan semoga selalu diberi kesehatan dan kelancaran
dalam segala urusannya. Baik, saya selaku ketua
karangtaruna mengucapkan turut
berduka cita
atas terjadinya wabah yang menyerang desa kita. Di harapkan setelah melakukan
penyuluhan ini kita dapat mencegah wabah DBD yang berkelanjutan. Dan
terimakasih kepada tenaga kesehatan,
kader kesehatan dan karang taruna yang
telah berkontribusi dalam upaya pencegahan wabah DBD dan saya berterimakasih juga kepada warga yang sudah
sngat antusias untuk mengikuti atau menghadiri acara penyuluhan DBD ini.
Mungkin ini saja yang dapat
saya sampaikan untuk selanjutnya saya serahkan kembali ke moderator,
Mbak
Asha.
Mbak
Asha : baik terimakasih untuk ibu Nita atas sambutannya.
Untuk selanjutnya kita akan langsung
masuk ke materi. Untuk penyampaian materi ini akan dijelaskan oleh Mas Azhar,
kepada Mas Azhar waktu dan tempat kami persilahkan.
Mas
Azhar : Assalamualaikum Wr Wb, salam sejahtera
bagi kita semua. Baik kita
langsung saja ya, sebelumnya apakah disini ada yang tau DBD
itu apa ? Atau ada yang
tau dari kepanjangan DBD dan penyebab nya ?
Mbak
Rizki dan Mbak
Nisa : Tidak Tahu Pak
Mas
Azhar : Baik, saya akan menjelaskan DBD
atau Demam Dengue yang disebabkan nyamuk Aedes Aegepti yang dihidup wilayah
tropis seperti di negara
kita yaitu Indonesia. Salah satu penyebab terjadi
penyakit DBD adalah membiarkan air menggenang atau membiatman pakaian yang menumpuk dan jarang
dibersihkan sehingga nyamuk Aedes Aegepti dapat berkembang
dengan cepat.
Mbak
Asha : Oh jadi begitu penyebab awalnya …
Mbak
Rizki : selain yang bapak sebutkan tadi,
apakah ada lagi penyebab terjadinya penyakit DBD terebut, pak ?
Mas
Azhar : ada, penyebab lainnya adalah membuang
sampah sembarangan, jarang menguras bak mandi, gemar menumpuk baju kotor
dirumah. Yang akhirnya nyamuk berkembang biak dengan cepat. Dan untuk cara mencegah DBD ini juga cukup mudah yaitu dengan melakukan 3 M. Menguras tempat
penampungan air, Mengubur barang bekas, dan Menutup tempat penampungan air.
Selain itu kita bisa melakukan fogging 2 kali yakni saat ada kasus dan
seminggun kemudian, memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah, menggunakan
lotion atau krim antinyamuk, dan menanam tanaman antinyamuk seperti serai
wangi, bunga lavender, daun peppermint, dan bunga geranium ( tapak dara).
Mbak
Rizki dan Asha : Oh berarti selama ini kami salah
dan membiarkan air menggenang pak disekitar rumah kami Warga pak
Mas
Azhar : Betul itu mbak, jadi kita harus
melakukan pencegahan secepat mungkin agar wabah DBD bisa diatasi sesegera
mungkin. Saya sarankan agar mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menerapkan
perilaku PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat agar imun kita menjadi baik. Apakah sampai disini ibu-ibu sudah paham ? Atau mau
ada yang ditanyakan ?
Mbak
Rizki,Asha,Nisa,Nita : Kami paham pak !!
Ibu Nita
: Mas
saya mau tanya, apa yang saya harus lakukan dan kawan-kawan karang taruna untuk
merawat pasien DBD tanpa harus opname pak ?, karena rumah sakit terdekat
lumayan jauh pak ditakutkannya pasien meninggal dijalan, maka dari itu saya minta solusi perawatan pasien
tanpa opname pak ?.
Mas
Azhar : Oh baik bu, pertanyaan ibu sangat
bagus. Cara merawat yang pertama adalah mengonsumsi air putih hingga jus buah
untuk mencegah dehidrasi karena demam, yang kedua adalah mengonsumsi obat
pereda demam dan nyeri untuk meringankan nyeri dan menurunkan demam, yang
ketiga adalah mengonsumsi jambu biji dan makanan sehat yang mudah dicerna
seperti makanan yang direbus, sayuran hijau, serta buah-buahan. Jambu biji
bermanfaat untuk mengobati demam berdarah karena mengandung vitamin c yang
dapat membantu pembentukan trombosit dan jambu biji kaya akan quercetin yaitu
senyawa kimia alami yang bisa ditemukan berbagai jenis buah dan sayuran yang
berguna menghambat pertumbuhan virus, termasuk demam berdarah. Yang keempat
adalah melakukan istirahat secara total, sangat dianjurkan untuk pasien DBD hal
ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan. Perawatan rumahan untuk pasien DBD
hanyalah perawatan yang bersifat tambahan sebagai pengganti opname dirumah
sakit.
Mbak
Rizki : Mas adek saya terkena DBD saat usianya 10 tahun,
berapa kali saya harus memberikan vaksin dengue dan berapa jarak waktunya ?
Mas
Azhar : Jadi anak-anak saat usia 9-16 tahun itu sudah seharusnya divaksinasi
dengue sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan mbak.
Mbak
Rizki : Oalah, baik terima kasih mas.
Mbak
Nisa : Pak mau Tanya, pak menguras bak mandi
minimal berapa kali dalam sebulan pak ?
Mas
Azhar :
Untuk menguras bak mandi ini
seharusnya dilakukan dalam sebulan minimal seminggu
sekali agar nyamuk aedes tidak dapat berkembang biak. Apakah jawaban dari
pertanyaan mba nisa udah
jelas atau bisa dipahami
?
Mbak
Nisa
: Oh baik mas , jawaban bisa dimengerti. Terima kasih mas.
Mas Azhar : Iya sama-sama mbak. Mungkin cukup sekian materi dari
saya mengenai wabah dan pencegahan DBD ini semoga bapak/ibu bisa memahami dan
bisa menerapkannya. Saya kembalikan ke moderator
Mba Asha
: Baik terimakasih mas Azhar
atas materinya, saya akan memberi kesimpulan dari acara
hari ini adalah pencegahan DBD ini sebenarnya mudah untuk dilakukan asalkan
kita rajin dan mau bergerak untuk menghentikan wabah ini. Lebih baik kita
mencegah daripada mengobati. Mungkin
sekian dari acara kita hari ini, terima kasih kepada
warga yang telah hadir dan meluangkan
waktunya untuk mendegarkan dan berpartisipasi dalam pencegahan DBD.
INGAT DEMAM BERDARAH INGAT 3M + 1M YAITU MENGURAS, MENUTUP, MENIMBUN,
MEMBERSIHKAN. Sekian dan Terima Kasih, Wassalamualaikum Wr Wb.
Hari
kedua didesa gunung sumping, mahasiswa melakukan penyuluhan kesehatan di
posyandu gunung sumping bersama kader kesehatan.
Mbak
Rizki (moderator)
: Assalamualaikum Wr Wb, Salam sejahtera bagi kita semua dan semoga selalu diberi kesehatan dan
kelancaran dalam segala urusannya. Di hari ke 2 penyuluhan ini saya selaku
moderator sangat berterima kasih atas partisipasi ibu-ibu yang sudah datang ke
acara ini. Selanjutnya untuk penyambutan saya langsung berikan kepada Ibu Nita
selaku Ketua Karang Taruna.
Ibu Nita
: Assalamualaikum wr. wb salam sejahtera bagi kita semua. Di harapkan setelah
melakukan penyuluhan di
hari kedua ini kita dapat mencegah wabah DBD yang
berkelanjutan. Dan terimakasih kepada
tenaga kesehatan, kader kesehatan dan karang taruna yang telah berkontribusi dalam upaya
pencegahan wabah DBD. Untuk
selanjutnya saya serahkan kepada mbak Rizki
Mbak
Rizki : Terimakasih ibu atas sambutannya. Kita langsung masuk ke materi saja ya ibu-ibu. Untuk
materi ini ada Mas Azhar untuk memberikan materi
pencegahan wabah DBD, waktu dan tempat saya persilahkan.
Mas
Azhar : Assalamualaikum Wr Wb, kembali lagi bersama saya
salam sejahtera bagi kita semua. Sebelumnya disini ada yang tau cara penanganan
demam berdarah sesuai dengan Fase DBD ?
Mbak
Asha, Mbak Rizki, Mbak Nisa : Belum tau mas
Mas
Azhar : Penanganan demam berdarah sesuai
dengan Fase DBD dibagi menjadi 3 Fase, yaitu fase demam tinggi, fase kritis,
fase penyembuhan. Yang pertama, Fase Demam Tinggi yaitu demam yang mencapai 40
derajat celcius selama 4 hari selama demam berlangsung 2 hari diikuti dengan
rasa nyeri pada sendi dan otot Bila demam berlangsung hingga 4 hari, umumnya
jumlah trombosit mulai menurun dan stamina tubuh pun hilang. Penanganan Fase
demam tinggi dapat dilakukan seperti minum banyak air putih, demam tinggi
rentan membuat tubuh dehidrasi dan menjadi semakin lemah. Konsumsi air sebanyak
2,5 liter sangat dianjurkan sebagai upaya menurunkan demam. Sedangkan untuk
membantu menurunkan demam dengan cepat dan menghindari kejang pada anak, serta
mengurangi rasa nyeri, konsumsi obat penurun panas sesuai dengan anjuran dokter
bisa dilakukan. Yang kedua fase kritis, demam tak membaik selama 4 hari dan
tubuh semakin lemah. Fase ini ditandai dengan suhu tubuh yang turun, kerap
dianggap fase sehat. Padahal, jika demam turun namun tubuh justru semakin
lemah, maka sebenarnya tubuh sedang memasuki fase kritis demam berdarah. Selama
fase kritis, penderita demam berdarah sangat berisiko alami kebocoran pembuluh
darah yang ditandai dengan keluarnya bintik merah yang tak hilang saat
disentuh, mimisan, sakit perut yang patah, hingga muntah-muntah. maka penderita
bisa mengalami komplikasi demam berdarah yang berbahaya bagi kesehatan, seperti
kebocoran pembuluh darah yang berujung pada pendarahan hebat, kerusakan organ,
hingga kematian. Penanganan demam berdarah untuk fase ini haruslah intensif,
seperti perawatan di rumah sakit, agar komplikasi akibat demam berdarah tak
terjadi, sehingga penderita bisa kembali pulih dengan lebih cepat. Yang ketiga
fase penyembuhan ini melalui fase kritis yang berlangsung tak lebih dari 38
jam. Mbak-mbak, jadi fase penyembuhan ditandai dengan dengan demam ringan,
stamina tubuh membaik, perbaikan nafsu makan, serta sakit perut yang berangsur
hilang. Nah mbak-mbak penanganan untuk fase ini dilakukan dengan cukup minum,
konsumsi makanan yang tinggi protein, konsumsi banyak buah dan sayur, serta
beristirahat cukup.
Mbak
Asha : Mas, saya mau bertanya ?, apa yang
harus kami lakukan sebagai kader kesehatan untuk membantu warga desa dalam
penanganan DBD ?
Mas
Azhar : Terima kasih mbak asha untuk
pertanyaan nya, yang harus dilakukan adalah menerapkan program 3M kepada setiap
keluarga didesa gunung sumping yaitu menutup, menggali menguras.
Mbak
Asha : Baik mas saya mengerti
Ibu Nita
: Mohon izin saya
juga ingin
menambahkan solusi untuk penanganan DBD ini, solusinya ialah menabur bubuk
abate pada tempat penampungan air yang sulit di kuras (takaran : 10 gr abate /
1 sendok makan untuk 100 liter air).
Mas
Azhar : Baik terima kasih untuk ibu nita atas penjelasannya dan penambahannya, itu juga merupakan penanganan DBD yang bisa
kita lakukan. Mungkin ini yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya mohon
dimaafkan. Sekian dan terima kasih Wassalamualaikum Wr. Wb.
Mbak
Rizki : Terimakasih untuk Mas Azhar atas materu yang diberikan
dan terimakasih juga kepada ibu Nita atas masukannya. Jadi
kesimpulanya di sini yaitu kita sebagai kader kesehatan harus membimbing
warga kita untuk melakukan pencegahan salah satu caranya dengan cara melakukan
3M, Dan mengetahui fase-fase demam berdarah yang di jelaskan oleh mas azhar.
lebih baik kita mencegah dari pada menggobatin,semoga kita terhindar dari semua
penyakit amin. Sekian penyuluhan selama 2 hari ini semoga ibu-ibu
bisa menerapkannya di dalam kehidupan dan bisa memahami atas penjelasan yang
sudah diberikan. Sekian Terimakasih,
Wassalamualaikum Wr. Wb.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Komunikasi
adalah suatu pertukaran pikiran atau keterangan dalam rangka menciptakan rasa
saling mengerti serta saling percaya demi terwujudnya hubungan yang baik antara
seseorang dengan orang lainnya.model komunikasi ada dua sifat,yaitu :
Sifat
satu arah dan dua arah.Sifat satu arah menggambarkan Beberapa orang bersikap
seakan – akan tidak perlu ada respon terhadap apa yang mereka
komunikasikan.Tetapi yang difokuskan disini adalah komunikasi dua arah dimana
penerima pesan secara aktif terlibat di dalam proses sehingga setiap orang
memodifikasi pesan sesuai dengan respon orang lain. Dengan tambahan rangkaian
umpan balik, diagram pertama sekarang menjadi dua arah. Suatu tindakan oleh
satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh
gangguan (noise), dalam suatu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu,
& ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.
B. SARAN
Adapun saran yang dapat diberikan kepada pembaca dan penulis mengenai
makalah ini adalah:
1. Diharapkan penulis dapat mengembangkan
dan melanjutkan penulisan makalah mengenai komunikasi ini.
2. Diharapkan hasil penulisan makalah ini
dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan ilmu pengetahuan..
3. Bagi peneliti
lain, diharapkan untuk meneliti lebih lanjut tentang faktor lain seperti
perilaku nyamuk Ae. aegypty terhadap kejadian DBD. Diharapkan juga dalam
melakukan penjegahan dengan studi kasus kontrol sampel yang digunakan
merupakan kasus yang baru terjadi atau kasus yang baru dilaporkan untuk
menghindari recall bias.
DAFTAR
PUSTAKA
Ririn
Puspita Tutiasri, S.I.Kom., M.Med.Kom.2016 .“Komunikasi Dalam Komunikasi Kelompok.” 4.1 (2016):
81-84
Moursi Abbas Mourssi
Hassan Khawash.2017.” Penerapan Komunikasi
Interpersonal Guru Pendidikan Agama
Islam Di SMP Islam Al-Ulum Terpadu Medan.” 1.1 (2017): 5
Orford,
J. (1992). Community
psychology: Theory and practice. NY: John Wiley & Sons Ltd.
Duffy,
K.G. and Wong, F.Y. (2003).Community
psychology.Third edition. Boston: Allyn and Bacon.
https://www.google.com/url?sa=i&url=http%3A%2F%2Fnews.unair.ac.id%2F2019%2F07%2F25%2Fapa-itu-retensi-perawat%2F&psig=AOvVaw1K5Z0BObT4UQE4GlFMVnVW&ust=1600304524958000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCPjw44i97OsCFQAAAAAdAAAAABAD
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.umkt.ac.id%2F&psig=AOvVaw1dQTRMwY13VANsO30kIpdq&ust=1600304572319000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCJjhhJ-97OsCFQAAAAAdAAAAABAD


Komentar
Posting Komentar